Jumat, 22 Mei 2015

bahan ajar E-learning






Kesimpulan :  RumusHukum Archimedes Gaya tekan ke atas oleh zat cair dirumuskan seperti berikut:

Keterangan:    
Fa= gaya archimedes (N)
W air = berat air yang dipindahkan (N)
W di udara = berat benda di udara (N)
W di air = berat benda di air (N)
S = berat jenis zat cair (N/m3)
V = Volume zat cair yang dipindahkan (m3 = volume benda yang tercelup (m3)

Benda yang dicelupkan pada suatu zat cair akan mendapatkan gaya ke atas sehingga ada beberapa kemungkinan benda mengalami keadaan berikut ini.
1.      Terapung – Terapung terjadi apabila berat benda lebih kecil daripada gaya tekan ke atas oleh zat cair.
2.      Melayang – Melayang terjadi apabila berat benda sama dengan gaya tekan ke atas oleh zat cair.
3.      Tenggelam – Tenggelam terjadi apabila berat benda lebih besar daripada gaya tekan ke atas.
Dalam materi fisika kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian hukum Archimedes dimana hukum Archimedes ini berhubungan dengan zat cair dan daya tekan, hukum Archimedes ini kita pelajari di kelas 8 smp khususnya semester genap, bunyi dari hukum Archimedes adalah sebagai berikut apabila sebuah benda dicelupkan ke dalam zat cair sebagian atau seluruhnya maka akan mendapat gaya angkat ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan.
Penemu hukum Archimedes adalah orang yang bernama Archimedes dimana selain hukum archimedes teori yang ditemukannya adalah prinsip hydrostatic, beliau hidup di yunani pada tahun 287 sebelum masehi, pada masa hidupnya beliau pernah menemukan bahwa dalam mahkota raja hieron tidak terkandung emas murni, karena seorang tukang emas yang tidak jujur telah mencampur bahan mahkota raja dengan perak, Archimedes menemukan cara untuk mengetahui hal tersebut tanpa merusak mahkota raja.

Rabu, 20 Mei 2015

tugas e-learning










Gambar 1.1 sebelum diberikan gaya

Pada gambar 1.1. 
ketika benda tersebut belum di berikan gaya maka benda tersebut hanya diam di tempat atau tidak adanya perubahan.






Gambar 1.2  sudah giberikan gaya

Gambar 1.2. ketika benda di berika sebuah gaya, maka benda tersebut mengalami perubahan tempat atau berpindah tempat, hal ini sama dengan bunyi hukum II Newton.           

   
Hukum II Newton
DASAR TEORI
            Hukum I Newton menyatakan bahwa apabila resultan gaya yang bekerja pada benda adalah nol, maka benda mungkin dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan. Apa yang terjadi jika resultan gaya yang mempengaruhi benda gaya yang mempengaruhi benda tidak sama dengan nol. Pandangan inilah yang dikaji oleh newton, sehingga Newton mempredeksi bahwa apabila resultan gaya tidak sama dengan nol, maka kecepatan benda akan berubah. Kecepatan benda akan bertambah apabila searah dengan arah kecepatan benda. Kecepatan benda akan berkurang apabila gaya yang bekerja pada benda berlawanan arah dengan kecepatan benda. Dari pemikiran tersebut Newton menyatakan bahwa :
 “ apabila gaya luar bekerja pada benda, benda akan mengalami percepatan. Arah percepatan benda sama dengan arah resultan gaya “ .
   Secara matematis hukum Newton III dituliskan sebagai :



 Pada pembahasan tentang percepatan, kita sudah mempelajari bahwa percepatan didefinisikan laju perubahan kecepatan terhadap waktu.
Coba anda perhatikan Gambar  1.1 ketika sebuah benda yang belum diberikan sebuah gaya maka benda tersebut hanya akan diam tetapi, perhatikan gambar 1.2 pada saat diberikan gaya maka benda yang tadinya hanya diam kini bergerak dan berpindah tempat karena diberikan sebuah gaya. Contoh pada gambar 1.1 dan 1.2 ini menunjukan adanya gaya yang bekerja pada percepatan benda dari benda diam menjadi berpindah tempat karena diberikan sebuah gaya.
Dengan demikian Newton menyimpulkan bahwa :
1. Percepatan benda yang disebabkan adanya resultan gaya pada benda dengan massa m berbanding langsung ( sebanding ) dengsn besar resultan gaya. Maki8n besar gaya makin besar percepatan.
2. Percepatan benda yang disebabkan adanya resultan gaya pada benda berbanding terbalik dengan massa benda m. makin besar masa, makin kecil percepatan.